BagikanJayapura kembali diusik oleh bayang-bayang tawuran antar pelajar, kali ini melibatkan SMK Negeri 3 dan SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja. Peristiwa ini bukan hanya meresahkan, tetapi juga mencoreng citra pendidikan dan masa depan generasi muda. Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, angkat bicara dengan tegas, menyerukan penghentian aksi kekerasan demi kedamaian kota yang dicintai. Dapatkan update berita terkini seputar SOROT KRIMINAL SEKOLAH dan informasi menarik yang memperluas pengetahuan Anda. Suara Tegas Pemimpin Kota, Stop Tawuran! Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H., tidak main-main dalam menyikapi maraknya tawuran pelajar di wilayahnya. Beliau menegaskan bahwa tindakan kekerasan semacam ini sama sekali tidak dapat ditoleransi. Kondisi ini harus segera dihentikan demi menjaga keamanan dan ketertiban kota. Penegasan ini bukan tanpa alasan, sebab tawuran tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mengancam masa depan para pelajar itu sendiri. Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu, kini tercoreng oleh aksi-aksi yang tidak mencerminkan nilai-nilai luhur pelajar. Wali Kota Rollo mengimbau seluruh pelajar di Kota Jayapura untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran. Jika ada masalah atau perselisihan di lingkungan sekolah, ia meminta agar penyelesaian dilakukan secara damai melalui kepala sekolah dan para guru. Baca Juga: Mencekam! Puluhan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan Usai Santap Soto MBG Peran Krusial Sekolah Dalam Mencegah Konflik Wali Kota juga memberikan penekanan khusus kepada pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam menangani konflik antar siswa. Sekolah memiliki peran sentral sebagai garda terdepan dalam mencegah eskalasi masalah menjadi tindakan kekerasan yang lebih besar. Beliau meminta agar pihak sekolah segera mengambil langkah-langkah tegas dan preventif sebelum masalah kecil berkembang menjadi tawuran. Tindakan cepat dan tepat dari pihak sekolah diharapkan dapat meredam potensi konflik sejak dini. Wali Kota Rollo bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun tangan langsung jika sekolah tidak mampu menyelesaikan persoalan tawuran. Baginya, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengembangkan diri, bukan ajang untuk perkelahian. Sanksi Tegas Dan Pembinaan Bagi pelajar yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran, Wali Kota mengingatkan bahwa akan ada sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Kebijakan ini bukan semata-mata untuk menghukum, melainkan sebagai bentuk pembinaan. Langkah ini diambil dengan harapan kejadian serupa tidak akan terulang di kemudian hari. Sanksi tegas menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku dan peringatan bagi pelajar lain untuk tidak mengikuti jejak yang sama. Pembinaan melalui sanksi diharapkan dapat menyadarkan para pelajar akan konsekuensi dari tindakan mereka. Ini adalah upaya serius pemerintah kota untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan kondusif bagi semua. Kolaborasi Untuk Masa Depan Jayapura Pemerintah Kota Jayapura tidak bekerja sendiri dalam upaya menghentikan tawuran pelajar. Seluruh pihak, mulai dari orang tua, tenaga pendidik, hingga aparat keamanan, diajak untuk berkolaborasi. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di rumah. Sementara itu, guru dan tenaga pendidik bertugas membentuk karakter serta memberikan pemahaman tentang pentingnya perdamaian dan toleransi. Dengan sinergi dari semua elemen masyarakat, diharapkan anak-anak Jayapura dapat tetap fokus pada pendidikan dan meraih prestasi. Masa depan kota ini ada di tangan generasi muda yang berakhlak mulia dan berprestasi. Selalu pantau berita terbaru seputar SOROT KRIMINAL SEKOLAH dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda. Sumber Informasi Gambar: Gambar pertama dari paraparatv.id Gambar Utama dari medcom.id Post navigation Mencekam! Puluhan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan Usai Santap Soto MBG Guru SMA di Palembang Aniaya Rekan Kerja, Jaksa Tuntut 5 Bulan Penjara!