BagikanSelama libur sekolah Ramadhan 2026, orang tua berperan penting mendampingi anak, menanamkan karakter, nilai, dan pendidikan iman. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau orang tua menjelang libur sekolah Ramadhan 2026. Menteri Abdul Mu’ti menekankan kolaborasi sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk keberhasilan pembelajaran. Ramadhan diharapkan menjadi momentum pendidikan karakter anak, tanpa mengabaikan hak belajar mereka. Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di SOROT KRIMINAL SEKOLAH. Peran Kunci Orang Tua Dalam Pembelajaran Mandiri di Rumah Selama anak-anak menjalani pembelajaran mandiri di rumah, peran orang tua menjadi sangat vital. Abdul Mu’ti menyoroti beberapa aspek penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah mendampingi anak dalam mempraktikkan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Ini termasuk penguatan literasi, numerasi, dan karakter anak. Orang tua juga diimbau untuk mengatur penggunaan gawai dan internet anak secara bijak. Pembatasan yang tepat akan membantu mencegah dampak negatif teknologi dan mendorong anak untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif. Hal ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting. Selain itu, orang tua diharapkan mendorong keterlibatan anak dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ini penting untuk menumbuhkan empati dan nilai-nilai spiritual. Yang tidak kalah krusial adalah melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta praktik pernikahan usia dini. Rekomendasi Kegiatan Selama Libur Ramadhan Dari Pemerintah Pemerintah juga telah menyiapkan rekomendasi kegiatan bagi anak-anak selama libur Ramadhan. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek akademik dengan peningkatan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Bagi siswa beragama Islam, dianjurkan untuk mengikuti kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama dan spiritualitas mereka. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkuat nilai-nilai Islami. Sementara itu, bagi siswa beragama lain, pemerintah menganjurkan untuk mengikuti bimbingan rohani sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Pendekatan inklusif ini memastikan bahwa semua siswa mendapatkan dukungan spiritual yang relevan. Ini juga menunjukkan penghargaan terhadap keberagaman. Baca Juga: Dugaan Pelecehan Verbal Siswi SMA di Jakarta Timur, Guru Dilaporkan ke Polisi Penyesuaian Pembelajaran di Sekolah Dan Sinergi Lintas Kementerian Pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag) diminta untuk menyiapkan perencanaan pembelajaran selama Ramadhan. Hal ini mencakup menyelaraskan pelaksanaannya di sekolah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kepala sekolah juga diinstruksikan untuk menyesuaikan aktivitas pembelajaran, termasuk mengurangi intensitas kegiatan fisik seperti Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penguatan asesmen formatif juga ditekankan untuk memantau kemajuan belajar siswa secara berkelanjutan. Perhatian khusus juga harus diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dan peserta didik yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar. Semua anjuran ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) yang ditandatangani oleh Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuan SEB, Pembelajaran Efektif Dan Penguatan Karakter Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa SEB ini dikeluarkan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif selama Ramadhan. Selain itu, SEB juga bertujuan untuk mendukung penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. Ini adalah upaya holistik untuk pendidikan anak. “Bulan Ramadhan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik,” ujar Mu’ti. Pemerintah ingin memastikan anak-anak tetap belajar dengan bermakna tanpa merasa terbebani. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, Kemendikdasmen berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ini adalah komitmen pemerintah untuk pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga spiritual dan karakter. Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi menarik setiap hari, khusus untuk Anda, hanya di SOROT KRIMINAL SEKOLAH. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari kompas.com Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com Post navigation UNISA Jogja Digegerkan Kasus Kekerasan Mahasiswi, Polisi Turun Tangan Trauma Mendalam, Kisah Pilu Siswa SD Korban Salah Tuduh Pencurian di Kupang