BagikanTragis terjadi di SMA Negeri 1 Bone, Sulawesi Selatan, saat seorang siswi berinisial AAL (16) diduga menjadi korban bullying teman sekelas hingga pingsan. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif akibat trauma fisik dan mental. Insiden ini memicu keprihatinan orang tua dan masyarakat, menyoroti pentingnya pengawasan sekolah serta edukasi anti-bullying agar lingkungan pendidikan tetap aman, nyaman. Berikut ini SOROT KRIMINAL SEKOLAH, akan membahas tentang kiminal. Pelajar SMA di Bone Tumbang Usai Diduga Jadi Korban Bullying Seorang siswi SMA Negeri 1 Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial AAL (16), diduga menjadi korban perundungan yang berujung pada dugaan penganiayaan oleh teman sekelasnya. Insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan membuat korban tidak sadarkan diri hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Orang tua korban, Andi Syafri, mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon dari pihak sekolah pada Rabu (4/2/2026) sore. Awalnya ia diberi informasi bahwa anaknya mengalami kesurupan. Namun setelah tiba di lokasi dan masuk ke ruang kelas bersama guru, ia mendapati kondisi berbeda dari laporan awal. Menurut Syafri, anaknya diduga menjadi korban perundungan fisik hingga diinjak-injak oleh temannya sendiri. Akibat kejadian tersebut, AAL pingsan di dalam kelas dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis. Kronologi Kejadian di Lingkungan Sekolah Peristiwa itu terjadi di SMA Negeri 1 Bone yang berlokasi di Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 15.35 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, insiden bermula dari dugaan perselisihan antara korban dan pelaku terkait perebutan matras. Situasi di dalam kelas diduga memanas hingga berujung aksi perundungan. Korban disebut mengalami tindakan kekerasan fisik yang membuatnya terjatuh dan kehilangan kesadaran. Kejadian tersebut sontak membuat suasana sekolah geger dan sejumlah siswa lainnya panik. Pihak keluarga menilai ada ketidaksesuaian informasi awal yang diterima. Laporan mengenai kesurupan dinilai berbeda dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Hal ini memicu kekecewaan dan kekhawatiran keluarga terhadap transparansi penanganan kasus di lingkungan sekolah. Baca Juga: UNISA Jogja Digegerkan Kasus Kekerasan Mahasiswi, Polisi Turun Tangan Korban Masih Jalani Perawatan Serius di Rumah Sakit Setelah melihat kondisi anaknya yang tidak sadarkan diri, Andi Syafri segera membawa AAL ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis melakukan penanganan awal di UGD sebelum korban dipindahkan ke ruang perawatan. Dokter menyampaikan bahwa sementara ini korban mengalami trauma dan syok berat akibat kejadian tersebut. AAL masih dalam kondisi diinfus dan berada dalam pengawasan tenaga medis untuk memastikan tidak ada luka dalam atau cedera serius lainnya. Keluarga berharap pemeriksaan menyeluruh dapat memastikan kondisi kesehatan korban secara detail. Mereka juga menginginkan pemulihan psikologis menjadi perhatian utama, mengingat dampak perundungan tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental. Orang Tua Pertimbangkan Laporan ke Polisi Andi Syafri mengaku sempat berniat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun hingga kini, ia masih menahan diri karena adanya itikad baik dari orang tua siswa yang diduga melakukan perundungan terhadap anaknya. Meski demikian, Syafri menegaskan bahwa kejadian ini sangat disayangkan terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menilai sekolah harus mengambil langkah tegas dan memberikan pembinaan serius agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 1 Bone ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan edukasi anti-bullying di sekolah. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, bukan ruang yang menimbulkan trauma dan ketakutan. Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di SOROT KRIMINAL SEKOLAH. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari halodoc.com Gambar Kedua dari halodoc.com Post navigation Jayapura Geger! Tawuran Pelajar, Walikota Minta Segera Dihentikan Perkenalan Gadis SMP di Medsos Berujung Maut, Ini yang Terjadi