BagikanKekerasan kerap kali berakar dari dendam yang terpendam, mengubah amarah menjadi tindakan nekat yang merugikan banyak pihak. Sebuah insiden mengerikan baru-baru ini terjadi di Situbondo, yang melibatkan seorang kepala sekolah sebagai korban. Berikut ini, SOROT KRIMINAL SEKOLAH akan mengungkap peristiwa yang bukan hanya mengejutkan masyarakat lokal tetapi juga menyoroti bahaya laten dari konflik pribadi yang tidak terselesaikan. Peristiwa Pembacokan Dan Identitas Korban-Pelaku Pada pagi hari Selasa, 27 Januari, warga Situbondo digegerkan oleh aksi pembacokan. Korban adalah SA (58), Kepala SDN 2 Bungatan, yang juga warga Desa Selowogo. Insiden ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, ketika SA sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Pelaku pembacokan diidentifikasi sebagai SDH (57), seorang pria yang berasal dari Desa Bungatan, Kabupaten Situbondo. SDH langsung ditangkap tak lama setelah kejadian. Tindakan cepat kepolisian memastikan pelaku tidak dapat melarikan diri lebih jauh. Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi korban dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak berwajib segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi brutal ini. Motif Dendam Lama Dan Detik-Detik Kejadian Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengungkapkan bahwa aksi nekat SDH dilatarbelakangi oleh dendam pribadi yang telah lama dipendam terhadap korban. Dendam ini diduga menjadi pemicu utama terjadinya pembacokan yang tidak terduga tersebut. Saat SA melintas menggunakan sepeda motornya, SDH tiba-tiba menghadangnya di tengah jalan. Cekcok mulut pun tak terhindarkan, memicu ketegangan di antara keduanya. Pertengkaran ini kemudian mencapai puncaknya. Di tengah perselisihan yang memanas, SDH secara tiba-tiba mengeluarkan sebilah celurit. Tanpa ragu, ia mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah wajah dan kepala korban, menyebabkan luka serius. Baca Juga: Kasus Bullying Di SD Internasional! SK Sanksi Dibatalkan, Orangtua Melawan Penanganan Kasus Oleh Pihak Kepolisian Segera setelah insiden, SDH berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Situbondo. Dalam penangkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang digunakan pelaku. AKP Agung Hartawan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian. Ini dilakukan untuk mengumpulkan keterangan yang relevan dan memperkuat proses penyidikan. Penyidik juga terus melengkapi administrasi penyidikan agar kasus ini dapat segera dituntaskan. Harapannya, berkas perkara dapat segera dilimpahkan ke tahap berikutnya untuk proses hukum yang adil dan cepat. Kondisi Korban Dan Dampak Insiden Korban, SA, saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Ia menderita luka serius di bagian kepala dan wajah akibat bacokan celurit. Kondisinya membutuhkan penanganan medis khusus. Insiden ini tentu memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Mereka harus menghadapi trauma dan proses pemulihan yang panjang. Kejadian ini juga meninggalkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik. Kasus ini menjadi peringatan bagi kita semua mengenai bahaya dendam pribadi yang tidak terselesaikan. Pentingnya komunikasi dan penyelesaian konflik secara damai harus selalu diutamakan untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan seperti ini. Selalu ikuti berita terbaru mengenai SOROT KRIMINAL SEKOLAH serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari tribratanews.polri.go.id Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com Post navigation Kasus Bullying Di SD Internasional! SK Sanksi Dibatalkan, Orangtua Melawan Terungkap! Pelajar SMP di Palembang Ditikam Saat Leraikan Teman Berkelahi