BagikanPolisi selidiki kasus pembobolan SD Negeri di Madiun, temukan indikasi lebih dari satu pelaku yang terlibat. Kasus pembobolan di SD Negeri Madiun semakin kompleks. Polisi menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan lebih dari satu pelaku, menimbulkan pertanyaan soal keamanan sekolah dan langkah pencegahan ke depan. Simak di SOROT KRIMINAL SEKOLAH informasi terbaru berikut ini akan mengungkap fakta-fakta penting yang sedang diselidiki aparat. Polisi Kejar Pelaku Pembobolan SD Negeri Tiron 02 Madiun Kasus pembobolan di SD Negeri Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, terjadi Selasa dini hari (17/2). Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan guru, siswa, dan masyarakat setempat. Barang-barang sekolah hilang sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Kapolsek Nglames, AKP Agustinus Dwi Cahyono, mengungkapkan bahwa berdasarkan olah TKP, pelaku diduga lebih dari satu orang. Polisi segera melakukan pengejaran agar semua pelaku bisa ditangkap secepatnya dan memberi efek jera. Tim kepolisian bersama Tim Inafis Polres Madiun terus mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan menelusuri jejak pelaku agar kasus ini bisa segera diselesaikan secara tuntas. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui sesuatu. Modus Pelaku Dan Cara Masuk Ke Sekolah Dari hasil penyelidikan, pelaku masuk melalui jendela belakang sekolah dengan mencongkelnya. Tindakan ini menunjukkan adanya perencanaan matang sebelum melakukan pencurian. Metode ini memudahkan pelaku masuk tanpa terdeteksi, apalagi di malam hari. “Pelaku diduga masuk lewat jendela belakang dengan cara mencongkel,” kata AKP Agustinus. Cara ini memungkinkan pelaku leluasa mengambil barang berharga di ruang kelas tanpa ada yang melihat. Polisi menilai modus yang digunakan cukup profesional, sehingga kemungkinan pelaku memiliki pengalaman melakukan pencurian serupa di lokasi lain juga terbuka. Pihak sekolah disarankan meningkatkan pengawasan serta menambah sistem keamanan tambahan. Baca Juga: Trauma Mendalam, Kisah Pilu Siswa SD Korban Salah Tuduh Pencurian di Kupang Barang Hilang Dan Dampak Kerugian Barang yang dicuri antara lain satu laptop, 12 unit Chromebook, dan satu hard disk, dengan total kerugian mencapai Rp17 juta. Peralatan ini sangat penting bagi proses belajar mengajar digital, terutama untuk siswa yang menggunakan perangkat tersebut setiap hari. Kehilangan perangkat ini membuat sekolah harus mencari solusi sementara agar pembelajaran tetap berjalan. Beberapa guru bahkan harus menyesuaikan metode pengajaran karena fasilitas yang hilang sangat krusial untuk praktik dan tugas siswa. Penjaga sekolah, Dadang, menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian. Ia segera melaporkan peristiwa ini ke Polsek Nglames, sehingga proses penyelidikan bisa langsung berjalan. Kecepatan pelaporan dianggap membantu polisi mengumpulkan bukti lebih baik. Penyelidikan Polisi Dan Barang Bukti Polisi bersama Tim Inafis Polres Madiun langsung melakukan olah TKP dan memasang garis Police Line di dua ruangan yang menjadi lokasi pencurian. Hal ini bertujuan untuk menjaga barang bukti tetap aman dan mencegah gangguan dari pihak luar. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa beberapa dusbook laptop, Chromebook, serta beberapa perlengkapan yang diduga digunakan pelaku. Barang bukti ini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas pelaku dan jalur mereka keluar-masuk sekolah. Selain itu, polisi menelusuri rekaman CCTV, memeriksa saksi, dan mempelajari pola gerak pelaku. Semua informasi ini digabungkan untuk menemukan pelaku lain yang kemungkinan terlibat, serta mengidentifikasi lokasi kejadian lain yang mungkin terkait. Ancaman Hukum Dan Upaya Pencegahan Kasus ini termasuk pencurian dengan pemberatan, sehingga pelaku terancam dijerat pasal pidana sesuai KUHP. Ancaman hukum berupa penjara dan denda menunggu, sehingga kepolisian memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel. Sekolah disarankan menambah sistem keamanan seperti CCTV tambahan, patroli malam, dan pengawasan rutin. Edukasi terhadap staf dan siswa juga penting agar mereka tahu langkah-langkah yang aman dan prosedur darurat jika ada ancaman keamanan. Koordinasi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian menjadi kunci untuk menjaga keamanan. Kesadaran masyarakat terhadap ancaman pencurian juga penting agar lingkungan sekolah tetap aman dan fasilitas pendidikan terlindungi sepenuhnya. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari jatim.jpnn.com Gambar Kedua dari smkiweka.sch.id Post navigation Trauma Mendalam, Kisah Pilu Siswa SD Korban Salah Tuduh Pencurian di Kupang